7 Setting Kamera Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret

Category : Fotografi, mesti coba
7 Setting Kamera Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotretby Adminon.7 Setting Kamera Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret7 Setting Kamera Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret Memotret adalah aktivitas yang mengasyikkan bagi para pecinta fotografi (biasa disebut dengan fotograter). Mulai dari fotografer panggilan untuk acara tertentu hingga fotografer professional pasti pernah mengalami kesalahan. Kesalahan kecil ataupun kesalahan fatal sekalipun. Semua  orang pasti tidak menginginkan adanya kesalahan tersebut. Sehingga, banyak fotogrefer yang berusaha […]

7 Setting Kamera Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret

Memotret adalah aktivitas yang mengasyikkan bagi para pecinta fotografi (biasa disebut dengan fotograter). Mulai dari fotografer panggilan untuk acara tertentu hingga fotografer professional pasti pernah mengalami kesalahan. Kesalahan kecil ataupun kesalahan fatal sekalipun. Semua  orang pasti tidak menginginkan adanya kesalahan tersebut. Sehingga, banyak fotogrefer yang berusaha untuk menghindari kesalahan tersebut dengan melakukan pencegahan. Pencegahan tersebut bisa kita wujudkan melalui beberapa tindakan berikut,

1. Periksa pengaturan white balance

Pengaturan ini sangat berpengaruh pada tingkatan efek warna putih pada hasil jepretan kamera anda. Maka gunakan pengaturan white balance sesuai kondisi lingkungan objek foto anda. Jika anda tidak ingin repot menentukan kadar atau pengaturan white balance pada kamera anda, aturlah kamera anda pada kondisi auto white balance. Tujuan dari adanya pengaturan white balance adalah untuk memberikan perintah pada kamera anda agar dapat mengenali dan menyesuaikan temperatur sumber cahaya yang ada. Supaya hasilnya nampak akurat pada berbagai kondisi pencahayaan. Adapun tingkatan white balance adalah sebagai berikut,

· Auto atau otomatis, pada pengaturan ini kamera akan secara otomatis menebak kondisi temperatur cahaya disekeliling objek

· Tungsten, pengaturan ini disimbolkan dengan ikon berbentuk lampu bohlam. Pengaturan ini sangat cocok anda gunakan untuk memotret benda dengan sumber pencahayaan utamanya berupa lampu bohlam

· Fluorescent, sama halnya dengan tungsten pengaturan ini juga ada simbolnya berupa lampu neon. Cocok digunakan untuk memotret objek didalam ruangan dengan sumber pencahayaan berupa lampu neon

· Daylight, pengaturan ini disimbolkan dengan ikon matahari. Pengaturan ini biasa digunakan pada kondisi dibawah sinar matahari secara langsung sebagai sumber pencahayaannya

· Cloudy, atau biasa disebut dengan kondisi berawan alias mendung. Pengaturan ini biasa digunakan untuk memotret pada kondisi mendung. Disimbolkan dengan ikon awan

. Flash, biasa digunakan untuk mempercerah hasil jepretan yang dilakukan pada ruangan yang gelap, sehingga hasil jepretan Nampak cerah meskipun diambil pada kondisi yang minim cahaya. Symbol dari pengaturan ini adalah kilat

· Shade, cocok untuk memotret pada kondisi teduh (bukan dibawah sinar matahari secara lan0gsung). Sering disimbolkan dengan ikon rumah ataupun pohon

2. Pastikan pengaturan highlight warning kamera anda pada kondisi on atau menyala

Highlight warning merupakan tanda peringatan yang muncul pada layar LCD kamera anda dimana terdapat bagian foto yang terbakar yang sering disebabkan karena  overexposed. Sehingga pengaturan highlight warning ini sangat ampuh untuk menghindari terjadinya foto yang terbakar akibat overexposure dan meminimalisir peluang kesalahan. Selain menggunakan pengaturan ini anda juga  dapat memeriksa kondisi foto hasil jepretan ada pada histogram kamera anda.

3. Periksa pengaturan ISO (International Standard Organization )

ISO adalah aturan standart untuk kadar sensitivitas yang ada didalam kamera. Kadar sensitivitas kamera sangatlah dipengaruhi oleh kadar cahaya yang dapat ditangkap oleh kamera. Semakin tinggi angka ISO maka tingkat kepekaannya terhadap cahaya makin tinggi pula.

4. Periksa pengaturan ukuran dan juga format foto

Format foto dapat digunakan untuk mengatur ukuran, kualitas serta format luaran file foto tersebut. Format foto yang biasa digunakan adalah format RAW, JPEG, RAW+JPEG, dll. Pengaturan ukuran dan format foto ini sangat berpengaruh pada banyaknya ukuran ruang pada kartu memory anda. Selain itu, juga sangat berpengaruh saat anda hendak mencetak foto hasil jepretan anda.

5. Periksa pengaturan mode exposure kamera

Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh perusahaan elektronik untuk memanjakan para konsumennya. Diantaranya adalah adanya mode exposure pada kamera. Adapun macam-macam mode exposure tersebut diantaranya adalah Manual, Aperture Priority, Shutter Priority, Mode Program dan beberapa preset bawaan kamera. Sebelum mulai memotret  pastikan anda mengenal dan mengetahui fungsi untuk masing-masing mode exposure tersebut.

6. Periksa fitur lensa kamera

Pada saat ini telah banyak kamera dipasaran yang dilengkapi dengan fitur lensa yang beragam. Ada baiknya sebelum mulai melakukan pemotretan, anda mengetahui  jenis dari fitur lensa yang ada pada kamera anda. Beberapa fitur lensa yang ada saat ini adalah Auto Fokus (AF), dan Image Stabilization (IS).

7. Periksa ruang memory

Merory adalah jantungnya para fotografer. Pastilah semua orang tidak ingin semua fotonya terbuang sia-sia hanya karena ukuran memory yang tidak lagi bisa menampung foto. Sehingga, pastikan ukuran memory anda cukup untuk menyimpan seluruh foto yang akan anda abadikan. Jadi, pastikan anda tidak lupa untuk mengecek ulang memory anda sebelum mulai memotret objek incaran anda.

Setting kamera adalah kunci utama untuk dapat menghsilkan gambar yang indah. Demikian sedikit ulasan mengenai pengaturan kamera yang bisa anda lakukan sebelum mulai pemotretan. Abadikanlah setiap moment kehidupan anda, jangan sampai terlewatkan walaupun hanya satu detik. Semoga bermanfat.

Terima kasih.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply