GILA, Gara Gini Doang !!! Seorang Guru Tewas Oleh Murid, Katanya Murid itu Pendekar

Category : mesti baca
GILA, Gara Gini Doang !!! Seorang Guru Tewas Oleh Murid, Katanya Murid itu Pendekarby Sang Penulison.GILA, Gara Gini Doang !!! Seorang Guru Tewas Oleh Murid, Katanya Murid itu PendekarLagi Lagi Dunia Pendidikan Di Indonesia Tercoreng dengan aksi brutal murid membunuh gurunya sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi, dimana dan kapan kejadian ini bermulai, simak ulasan lengkapnya dibawah ini. Seperti tak habis fikir jadinya, jika dunia pendidikan di indonesia saat ini semakin memprihatinkan, hal ini ditambah dengan kejadian mengecewakan akibat kelakukan yang tidak terpuji (jangan […]

Lagi Lagi Dunia Pendidikan Di Indonesia Tercoreng dengan aksi brutal murid membunuh gurunya sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi, dimana dan kapan kejadian ini bermulai, simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

guru tewas oleh murid

Alm. Guru Ahmad budi cahyono (kiri), source : tribunnews

Seperti tak habis fikir jadinya, jika dunia pendidikan di indonesia saat ini semakin memprihatinkan, hal ini ditambah dengan kejadian mengecewakan akibat kelakukan yang tidak terpuji (jangan dicontoh) seorang murid yang tega menghabisi nyawa gurunya sendiri.

Dilansir dari laman tribunnews(3/2/2018), seorang murid yang berinisial “MHL” tega menganiaya gurunya sendiri hingga tewas. Seorang guru (tidak tetap) tersebut  berinisial “GTT” merupakan pengajar bidang studi seni rupa yang mengajar di sekolah SMA 1 Torjun (SMATor), Kabupaten Sampang.

Kabar duka membuat seluruh warga serta sekitarnya gentar karena sang guru menghabiskan nafas terakhirnya di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Kamis (1/2/2018) sekira pukul 21.40 WIB.

Seorang guru yang memiliki nama asli Alm, Ahmad Budi Cahyono (26) ini telah tewas akibat aniaya murid “MHL” yang menyebabkan pembuluh otak di leher belakang pecah.

Tindakan aniaya tersebut dilakukan oleh murid siswa kelas XI “MHL” pada siang hari di teras depan kelas. Setelah ramai akan kasus tersebut, akhirnya MHL menyerahkan diri ke Polres Sampang, Kamis pada pukul 24.00 WIB.

Murid berinisial “MHL” ini tinggal di Dusun Brekas, Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Sampang.

Disamping itu tepat pada hari Jumat (2/2/2017), jenazah alm guru budi dikubur di pemakaman umum. Isak tangis dan rasa kekecewaan para pengantar jenazah pun terlihat ketika menjalani proses pemakaman.

Pada proses pemakaman guru budi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa keprihatinnya dengan peristiwa seorang siswa yang tega menganiaya guru sendiri, hingga guru tersebut meninggal dunia.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman pun berharap, untuk kejadian seperti ini adalah hal pertama dan menjadi hal terakhir, karena dunia pendidikan itu sangat jauh akan hal ini, dan untuk itu peran orang tua dan guru harus lebih di tingkatkan lagi baik dalam mengajar maupun dalam bersikap.

Setelah proses pemakaman selesai, Pada hari sore dikabarkan seluruh guru honorer di Sumenep yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Sumenep (FHK-2 Sumenep) dan guru honorer di Sampang , melakukan salat gaib di masjid Jamik, sebagai tanda solidaritas dan bela sungkawa terhadap tewasnya seorang guru yang di aniaya oleh muridnya tersebut.

Kronologi Murid Aniaya Guru Hingga Tewas

Berdasarkan sumber yang yaquul rangkum, kronologi atau awal mula kejadian siswa menganiaya gurunya sendiri ini dimulai pada pukul 1 siang (3/2/2018). Saat itu, Bapak alm, budi (GURU) sedang mengisi pelajaran melukis kelas XI (kalas murid MHL berada) .

Di tengah mata pembelajaran berlangsung, seorang murid (MHL) melakukan hal kerusuhan dikelas, yaitu mengganggu teman-teman dan kelompok lain yang tengah belajar.

Seketika itu, sang guru pun mencoba untuk menasihati dan menegur murid tersebut (MHL). Dan meminta “MHL” untuk kembali tenang dan kembali mengikuti jam pelajaran dengan baik.  Namun nampaknya teguran guru tersebut tak membuat “MHL” tenang dan malah makin menjadi.

Kemudian, sang guru pun memberikan teguran, apabila masih membuat keributan, maka wajah murid “MHL” akan di coret oleh cat lukis.

Begini ujaran , seorang Guru Alm.  Bapak Budi, kala itu  :

“Saya kan sudah peringatkan kamu dari tadi berulang-ulang jangan mengganggu. Tapi kamu masih saja tidak mendengarkan, malah kian menjadi,”

Namunn,,,, astaga,,, tidak disangka dan tidak diduga, bahwa murid “MHL” merasa tidak terima lantaran guru memperingatkan dirinya, dan sontak sang murid tersebut  berdiri dan mencekik leher korban dan memukul leher belakang guru tersebut, sehingga guru tersebut jatuh kelantai.

Sang guru pun sempat bangun dari lantai, namun murid “MHL” berusaha untuk menghajar kembali, Dan beruntung masih ada siswa dan guru kelas yang melerai kejadian tersebut.

Beberapa saat setelah kejadian tersebut, kondisi guru masih dalam sempoyongan, dan para guru-guru lainnya pun membawa korban ke ruang kepala sekolah (kasek) untuk diistirahatkan, sekaligus korban menjelaskan duduk persoalan yang baru dialami dirinya.

Saat selesai dari kejadian dipukulnya guru tersebut, memang tidak ada luka yang terlihat pada bagian tubuh guru (korban).  Namun para guru dan kepala  SMATor, Kabupaten Sapang, menyarankan agar guru tersebut dipersilahkan pulang dan beristirahat.

Sesampainya  guru tersebut dirumah, namun kondisi guru tersebut semakin parah dan kemudian dilarikan ke RSUD Sampang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sungguh malang nasib guru ini, karena posisinya yang tidak sadarkan diri . maka guru ini dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya didampingi istri dan sejumlah rekan guru lainnya.

Pada proses pemeriksaan guru yang di aniaya muridnya ini, seorang dokter yang telah menganalisa kondisinya kemudian mengatakan bahwa kondisi guru tersebut, dalam keadaan kritis dan tidak akan mampu bertahan lama.

Hasil dianogsa terhadap guru di aniaya muridnya sendiri ini, di duga korban telah  mengalami mati batang otak. dan ini artinya, semua organ yang ada di dalam tubuh sudah tidak berfungsi.

Dan naas,,, kabar malang menimpa isteri, keluarga, kerabat dan rekan guru lainnya, di nyatakan seorang guru (ahmad budi cahyono) yang di aniaya muridnya ini mengehembuskan nafas terkahirnya sekitar pukul 21.40 WIB.

Baca sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2018/02/03/siswa-penganiaya-guru-itu-dijuluki-pendekar-oleh-teman-temannya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply